Submissions
Author Guidelines
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Struktur: Disusun secara komprehensif, analitis, dan mengalir dengan pendekatan deduktif atau pola corong (funneling). Penulis mengarahkan pembaca dari isu pemberdayaan makro menuju urgensi masalah mitra mikro secara mulus tanpa sub-bab.
Proporsi: Berkisar antara 15-20% dari total naskah (800 hingga 1.200 kata).
Isi Narasi: Narasi tidak boleh diawali dengan pernyataan klise atau definisi teoritis yang normatif. Sebaliknya, paragraf pertama harus langsung menukik tajam pada kondisi riil mitra, kesenjangan antara potensi ekosistem (das sollen) dengan keterbatasan kapabilitas nyata di lapangan (das sein), atau disfungsi kapasitas yang memicu urgensi dilakukannya intervensi pengabdian.
Pemetaan Literatur (State of the Art): Menyajikan 5-10 pemetaan literatur dari artikel jurnal PkM atau penelitian terapan bereputasi (3-5 tahun terakhir). Penulis dilarang sekadar merangkum penelitian terdahulu layaknya katalog. Penulis wajib bertindak sebagai moderator yang melakukan sintesis tematik: mengelompokkan ragam solusi pemberdayaan sejenis, membenturkan efektivitas antar-metode, dan memetakan wacana pemberdayaan yang sedang berkembang secara global.
Analisis Kesenjangan (Gap Analysis): Soroti kelemahan, batasan, atau titik buta (blind spot) dari model intervensi terdahulu. Tunjukkan mengapa model/teknologi yang mereka tawarkan belum mampu menyelesaikan masalah mitra pada karakteristik tertentu.
Kebaruan Pengabdian (Novelty): Deklarasikan secara eksplisit nilai tambah, orisinalitas metode, atau pendekatan baru yang ditawarkan dalam program PkM ini agar terbukti bukan sekadar replikasi kegiatan seremonial tanpa dampak ilmiah.
Penutup Latar Belakang: Berisi argumen utama (thesis statement) yang secara tegas mendeklarasikan posisi logis atau klaim keefektifan model pemberdayaan yang dipilih, disertai gambaran singkat mengenai dampak akhir/solusi konkret yang dihasilkan bagi mitra.
2. Masalah Mitra / Rumusan Masalah
Ketentuan: Memuat rumusan masalah atau identifikasi kebutuhan prioritas mitra yang disusun dalam bentuk pertanyaan atau paragraf naratif. Bagian ini menjadi jangkar pemikiran dan alur utama yang wajib dijawab tuntas pada bagian pembahasan.
3. Metode Pelaksanaan (Metode Penelitian Terapan)
Proporsi: Berkisar antara 5% hingga 10% dari total naskah (400 hingga 700 kata).
Ketentuan: Ditulis mengalir utuh tanpa sub-bab, menggunakan bahasa Inggris akademik formal dalam bentuk waktu lampau (past tense). Penulis dilarang keras mengutip definisi metodologi dari buku teks (seperti mengutip pengertian "Particapatory Action Research" atau "Asset-Based Community Development" menurut para ahli).
Pilar Operasional: Narasi wajib menjabarkan langkah demi langkah pelaksanaan program melalui 4 pilar operasional:
Pendekatan Pengabdian: Deklarasikan jenis kerangka kerja terapan yang digunakan secara tegas (misal: Asset-Based Community Development (ABCD), Participatory Action Research (PAR), teknologi tepat guna, kaji tindak, atau pendampingan berkelanjutan).
Karakteristik Mitra Sasaran & Lokasi: Uraikan profil kelompok mitra secara transparan, termasuk kriteria inklusi dan eksklusi (mengapa kelompok mitra/wilayah ini yang dipilih dan mengapa kelompok lain diabaikan).
Prosedur dan Tahapan Intervensi: Jelaskan alur pelaksanaan pengabdian secara kronologis, mulai dari tahap analisis sosial/pra-pengkondisian, koordinasi mitra, pelaksanaan transfer pengetahuan/teknologi, hingga mekanisme evaluasi keberhasilan program. Sebutkan pangkalan data, instrumen penilaian, atau alat ukur yang digunakan.
Teknik Analisis Keberhasilan (Evaluasi): Uraikan "pisau analisis" untuk mengukur perubahan capaian mitra. Dilarang hanya menyatakan "data dievaluasi secara kualitatif". Penulis wajib merinci metode pengukuran dampak, misalnya melalui pre-test dan post-test yang terukur, analisis triangulasi data lapangan, pengkodean respon mitra secara anonim, serta pemenuhan standar etika pengabdian masyarakat.
B. Hasil dan Pembahasan (Pelaksanaan dan Dampak Pengabdian)
Proporsi: Merupakan inti (core) naskah dengan porsi dominan mencapai 60% hingga 70% dari keseluruhan naskah (4.000 hingga 6.000 kata).
Struktur: Bagian Hasil dan Pembahasan wajib disatukan agar alur penalaran tidak terputus. Narasi dibagi ke dalam beberapa sub-bab tematik atau argumentatif yang merepresentasikan tahapan penyelesaian masalah mitra. Dilarang menggunakan kalimat tanya dari rumusan masalah sebagai judul sub-bab.
Larangan Keras: Dilarang menyajikan pembahasan yang hanya bersifat deskriptif dangkal, seperti sekadar melaporkan kronologi acara, menampilkan foto dokumentasi kegiatan tanpa makna ilmiah, atau menyalin lembar presensi/materi pelatihan mentah-mentah.
Struktur Penalaran (Adaptasi IRAC untuk PkM): Setiap segmen pembahasan harus memuat analisis kritis yang membongkar perubahan kondisi mitra. Penulis dianjurkan mengadaptasi pola penalaran terstruktur:
Issue: Menampilkan dinamika masalah saat intervensi dilakukan.
Rule/Theory: Menghubungkan tindakan dengan landasan teoritis terapan atau regulasi pendukung.
Application: Membenturkan metode pengabdian dengan fakta empiris di lapangan untuk memunculkan argumentasi orisinal. Kalimat harus ditulis dalam bentuk kalimat aktif (active voice).
Conclusion: Menegaskan capaian dan indikator keberhasilan intervensi.
Operasionalisasi Teori: Konsep pemberdayaan, sosiologi, ekonomi, hukum, atau teknologi yang telah disebut di bagian pendahuluan wajib dioperasikan secara nyata sebagai pisau analisis untuk membedah data perubahan perilaku/kapasitas mitra di lapangan, bukan sekadar pajangan formalitas.
Ruang Dialog Akademis: Penulis wajib membangun ruang dialog ilmiah yang intensif secara berkelanjutan. Konfrontasikan, bandingkan, dan dialogkan temuan dampak program Anda dengan literatur terdahulu (state of the art). Nyatakan secara elegan apakah model pengabdian ini mendukung (confirming), melengkapi (extending), atau membantah (refuting) efektivitas teori/metode pemberdayaan dari para sarjana terdahulu.
Global Lesson Learned (Melepas Jebakan Lokalisme): Meskipun subjek pengabdian berada pada tingkat lokal/domestik yang sangat spesifik (misalnya tingkat desa di Indonesia), penulis diwajibkan secara mutlak untuk mengelevasi konteks tersebut ke dalam diskursus internasional. Tarik benang merah temuan pengabdian dengan prinsip keberlanjutan global (seperti Sustainable Development Goals / SDGs), instrumen internasional, atau komparasi dengan keberhasilan pemberdayaan komunitas di negara lain. Transformasikan masalah lokal menjadi pembelajaran global yang bernilai guna bagi akademisi dan praktisi pemberdayaan di seluruh dunia. Penggunaan tabel perbandingan dampak, grafik peningkatan keterampilan, atau diagram konseptual sangat dianjurkan untuk memperkuat kejelasan argumen analisis.
C. Kesimpulan
Ketentuan: Memuat intisari capaian pengabdian yang diperoleh dengan menjawab langsung rumusan masalah mitra.
Format: Ditulis dalam bentuk narasi paragraf utuh. Dilarang keras menggunakan penomoran (numbering) maupun poin-poin (bullet points).
Batasan Panjang: Maksimal 4 kalimat.
Daftar Pustaka
Ketentuan Jumlah: Minimal terdiri dari 15 Referensi.
Kewajiban Artikel Jurnal: Untuk setiap referensi yang bersumber dari artikel jurnal, wajib mencantumkan tautan DOI aktif.
Format Penulisan: Menggunakan Format Chicago Full Note dengan penulisan judul sumber menggunakan aturan Capitalize Each Word.
Submission Preparation Checklist
All submissions must meet the following requirements.
- This submission meets the requirements outlined in the Author Guidelines.
- This submission has not been previously published, nor is it before another journal for consideration.
- All references have been checked for accuracy and completeness.
- All tables and figures have been numbered and labeled.
- Permission has been obtained to publish all photos, datasets and other material provided with this submission.