Perselisihan Waris dan Validitas Surat Keterangan Hibah: Kajian Hukum dalam Penyelesaian Sengketa
Main Article Content
Abstract
Inheritance land grant disputes often arise in the Indonesian judiciary, especially regarding the validity of grants that do not use notarial deeds. This study aims to analyze the validity of the grant certificate (SKH) in the transfer of rights to undivided land inheritance and its impacts. The research method used is normative law with a legislation approach and case approach, specifically analyzing Manado High Court Decision Number 32/PDT/2024/PT MND. Results show that land grants not made by notarial deeds violate Article 1682 of the Civil Code, making them legally invalid and unusable as a basis for land registration. Registration of the transfer of rights to undivided inherited land is also not possible because the land remains an inheritance boedel owned collectively by all heirs. Registering the transfer of rights to undivided inherited land requires valid legal documents and must comply with applicable laws to ensure legal certainty for concerned parties.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Hadiyanti, Anisa Rahma, Rachmad Safa’at, dan Tunggul Anshari. “Kedudukan akta hibah dalam sengketa kepemilikan hak atas tanah.” Lentera Hukum 4 (2017): 213.
Harahap, Risalan Basri. “Penarikan Hibah Dalam KUH Perdata Dengan KHES.” Jurnal Al-Maqasid: Jurnal Ilmu Kesyariahan Dan Keperdataan 5, no. 2 (2019): 216–29.
Harsono, Boedi. Hukum Agraria Indonesia, djmbatan. 2003.
Harsono, Budi. “Hukum agraria Indonesia: sejarah pembentukan undang-undang pokok agraria, isi dan pelaksanaannya.” (No Title), 2007.
Hasibuan, Siti Rohana, Hasim Purba, dan T Keizerina Devi Azwar. “Upaya Hukum Pihak Yang Dirugikan Akibat Akta Hibah Yang Melanggar Legitime Portie (Studi Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2892 K/Pdt/2021).” Jurnal Media Akademik (JMA) 2, no. 1 (2024).
Imanina, Kafilah. “Penggunaan Metode Kualitatif dengan Pendekatan Deskriptif Analitis dalam PAUD.” Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak Dan Media Informasi PAUD 5, no. 1 (2020): 45–48.
Iqbal, Moch, Kristina Sulatri, dan Humiati Humiati. “Kajian Yuridis Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Hibah Secara Lisan.” Yurijaya: Jurnal Ilmiah Hukum 5, no. 2 (2023): 55–64.
KM, Jl Raya Panglegur, dan Pamekasan Madura. “Problem hukum dan pendekatan dalam penelitian hukum normatif.” Jurnal YUSTITIA Vol 19, no. 2 (2018).
Marlin, Marlin, dan Marwan Marwan. “Tinjauan Yuridis Penyelesaian Sengketa Terhadap Peralihan Hak Milik Atas Tanah Tanpa Akta Hibah (Suatu studi di Desa Lelekaa Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan).” Al-Mizan (e-Journal) 21, no. 1 (2025): 201–18.
Moechthar, Oemar. “Kedudukan Negara Sebagai Pengelola Warisan Atas Harta Peninggalan Tak Terurus Menurut Sistem Waris Burgerlijk Wetboek.” Yuridika 32, no. 2 (2017): 280–309.
Murni, Christiana Sri. “Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Tanah Karena Pewarisan.” Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum 6, no. 2 (2020): 130–45.
Napitupulu, Yazmine Nabila, Hasim Purba, dan Sutiarnoto Sutiarnoto. “Analisis Terkait Pembagian Harta Warisan Berupa Tanah Dan Rumah Yang Masih Dikuasai Salah Satu Ahli Waris.” Journal Of Science And Social Research 8, no. 1 (2025): 980–90.
Nova, Ramadhani, Rani Marnia, dan Fajar Hidayat Muhammad. “Kajian Pencantuman Persetujuan Anggota Keluarga Sekandung Selain Penerima Hibah dalam Akta Hibah Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.” Peradaban Journal of Law and Society 2, no. 2 (2023): 130–46.
Pascalistya, Guruh, Laily Ratna, dan Andri Zulpan. “Tinjauan Hukum Akibat Penjualan Harta Waris Tanpa Persetujuan Ahli Waris: Studi di Pengadilan Agama Curup Berdasarkan Putusan NO. 85/PDT. G/2023/PA. CRP.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 4 (2025): 3578–89.
Rofy, Awalianita. Analisis Hukum Peran Notaris Dalam Pembuatan Akta Wasiat Tentang Hak Waris. 2025.
Sahid, Kheeisya Arzeeta S, Nirwan Junus, dan Nurul Fazri Elfikri. “Penyelesaian Sengketa Hibah Wasiat Kepada Anak Angkat Tanpa Persetujuan Ahli Waris Di Indonesia.” SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah 2, no. 2 (2025): 718–29. https://doi.org/10.62335/sinergi.v2i2.891.
Saragih, Geofani Milthree. “Mahkamah Konstitusi sebagai the guardian of ideology perspektif hukum positif Indonesia.” PUSKAPSI Law Review 4, no. 2 (2024): 70–88.
Sarman, Sri Novita. “Keabsahan Surat Hibah Wasiat yang Dibuat Dihadapan Kepala Desa Dalam Penyelesaian Sengketa Warisan.” LEX ADMINISTRATUM 10, no. 5 (2022).
Tumbelaka, Deannira Patrisya. “Tinjauan Hukum Surat Hibah Tanah Oleh Orang Tua Kepada Anak Yang Di Buat Tanpa Adanya Akta Ppat Dan Akta Notaris.” Lex Crimen 12, no. 4 (2024).
Wibowo, Oddie Satriyo, Erwin Kunta Tejakusuma, dan Muhammad Bayu Tondy. “Kedudukan Akta Notaris Sebagai Akta Otentik Dengan Adanya Keterangan Palsu yang Tertuang di Dalam Akta.” JATISWARA 40, no. 1 (2025): 111–21.
Yocom, Stevani Anindya Putri, dan Hesty D Lestari. Dinamika Hukum Waris Adat Di Indonesia: Studi Kasus Sengketa Tanah Warisan Dalam Putusan Pengadilan Negeri Singaraja. 15, no. 6 (2025).
Yulandari, Mesy, Muhammad Yamin, Zaidar Zaidar, dan Dedi Harianto. “Problematika Lahirnya Sertifikat Hak Atas Tanah yang Berasal Dari Tanah Warisan yang Belum Dibagi.” Locus Journal of Academic Literature Review, 2023, 958–75.